PROPOSAL TUGAS AKHIR

I. JUDUL
KONSTRUKSI, CARA KERJA DAN TROUBLESHOOTING SISTEM CENTRAL LOCK ISUZU PANTHER TIPE HI-GRADE
II. LATAR BELAKANG
Dewasa ini kemajuan di bidang otomotif semakin tahun terus berkembang. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya kendaraan yang ada di pasaran yang telah mengalami berbagai macam penyempurnaan. Pesatnya perkembangan otomotif memberikan nuansa baru dalam pemilihan kendaraan sebagai alat transportasi, terutama alat trasportasi yang cepat, efisien dan praktis. Salah satu alat transportasi yang banyak digunakan adalah mobil. Para produsen mobil kini berlomba-lomba menampilkan produk baru dengan berbagai vitur keunggulan baik dari segi desain maupun teknologinya. Semua jenis mobil sekarang dilengkapi berbagai sistem penunjang demi kesempurnaan kerja dari kendaraan tersebut serta keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.
Mobil sekarang tidak hanya engine saja yang teknologinya sangat canggih, tetapi juga dilengkapi dengan adanya penambahan elektrikal bodi yang selalu berkembang untuk mendukung dalam pengoperasiannya. Elektrikal bodi ini adalah semua sistem kelistrikan pada bodi mobil yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenikmatan saat berkendara. Elektrikal bodi ini meliputi sistem penerangan, sistem meter kombinasi, sistem wiper dan washer, sistem power window, sistem central lock, dan lain-lain.
Sistem central lock sebagai salah satu bagian dari sistem elektrikal bodi yang memberikan kemudahan, keefisienan, keamanan serta kepraktisan bagi pengemudi dalam mengunci dan membuka pintu mobil. Pengemudi hanya perlu menekan remote control untuk mengunci semua pintu mobil. Jadi dengan adanya sistem central lock ini pengemudi tidak perlu susah payah untuk mengunci satu persatu pintu mobil.
Sistem Central lock terdiri atas komponen-komponen yang saling berhubungan, baik yang bersifat elektrik maupun mekanik. Komponen-komponen tersebut memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda berdasar pada kegunaannya. Ada yang berfungsi sebagai penggerak utama, ada juga sebagai komponen penghubung. Pengetahuan mengenai konstruksi dan cara kerja sistem central lock sangatlah penting untuk mengetahui troubleshooting pada sistem central lock ketika terjadi kerusakan sehingga dapat menperbaikinya.
Dewasa ini mobil Isuzu Panther tipe Hi-Grade telah banyak beredar di masyarakat, sehingga pengetahuan mengenai perawatan dan perbaikannya sangatlah penting untuk dipelajari oleh para mekanik maupun para mahasiswa mesin sebagai modal saat memasuki dunia kerja. Salah satu pengetahuan tersebut adalah mengenai perawatan dan perbaikan pada sistem central lock-nya. Melihat kondisi tersebut saya tertarik untuk mempelajari konstruksi, cara kerja dan troubleshooting dari sistem central lock Isuzu Panther tipe Hi-Grade. Untuk itu dalam tugas akhir ini saya memberi judul: KONSTRUKSI, CARA KERJA DAN TROUBLESHOOTING SISTEM CENTRAL LOCK ISUZU PANTHER TIPE HI-GRADE.

III. PERMASALAHAN
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka permasalahan yang muncul dalam tugas akhir ini yaitu:
1. Bagaimana konstruksi sistem central lock Isuzu Panther Tipe Hi-Grade?
2. Bagaimana cara kerja sistem central lock Isuzu Panther Tipe Hi-Grade?
3. Bagaimana cara menganalisis gangguan-gangguan pada sistem central lock Isuzu Panther Tipe Hi-Grade dan bagaimana cara mengatasinya?

IV. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penulisan tugas akhir ini adalah :
a. Untuk mengetahui konstruksi pada sistem central lock Isuzu Panther Tipe Hi-Grade.
b. Untuk mengetahui kerja sistem central lock pada Isuzu Panther Tipe Hi-Grade.
c. Untuk menganalisis gangguan-gangguan yang terjadi pada sistem central lock Isuzu Panther Tipe Hi-Grade secara runtut dan cara mengatasinya.

V. MANFAAT
Manfaat yang dapat diambil setelah melakukan penelitian dan penulisan tugas akhir ini adalah :
a. Memperoleh wawasan mengenai konstruksi dan cara kerja dari sistem central lock Isuzu Panther Tipe Hi-Grade.
b. Dapat dijadikan referensi saat mengidentifikasi gangguan secara runtut dan memahami bagaimana cara mengatasinya.
c. Dapat memberikan wawasan kepada pembaca mengenai sistem central lock pada Isuzu Panther Tipe Hi-Grade.

VI. OBJEK PENELITIAN TUGAS AKHIR
Objek penelitian dari tugas akhir ini adalah “SISTEM CENTRAL LOCK PADA MOBIL ISUZU PANTHER TIPE HI-GRADE”.
Spesifikasi mobil objek penelitian tugas akhir adalah sebagai berikut :
Merek : Isuzu
Tipe : Panther Hi-Grade
Model : Minibus
Mesin (cc) : 2300
Bahan Bakar : Solar


VII. KONSTRUKSI DAN CARA KERJA SISTEM CENTRAL LOCK ISUZU PANTHER TIPE HI-GRADE

Gambar 01. Lokasi komponen sistem central lock pada bodi





Gambar 02 Circuit diagram sistem central lock
A. Konstruksi Sistem Central Lock Pada Isuzu Panther Tipe Hi-Grade
1. Door Lock Actuator
Door lock actuator adalah komponen dari sistem central lock yang berfungsi untuk mengerakkan (menarik dan mendorong) locking link yang terhubung dengan door lock. Khusus untuk door lock actuator pada pintu sisi pengemudi mempunyai fungsi sebagai saklar.








Gambar 03. Konstruksi door lock actuator pada sisi pintu pengemudi






Gambar 04. Konstruksi door lock actuator sisi pintu penumpang
Komponen-komponen dari door lock actuator adalah sebagai berikut :
a. Motor
Pada door lock actuator menggunakan motor DC sebagai penggeraknya. Keunggulan motor DC adalah dapat diubah arah putarannya dengan mengubah arah arus listriknya.
b. Gears (acetal)
Komponen ini berfungsi untuk meneruskan putaran dari motor menuju ke pinion meshes.

c. Pinion meshes
Pinion meshes tertaut dengan rack meshes yang menyatu dengan armature rod. Dengan adanya pertautan tersebut maka pinion meshes dapat menggerakkan armature rod.
d. Armature rod
Armature rod berfungsi untuk menggerakkan locking link.
e. Changeover contact (saklar)
Changeover contact hanya terdapat pada door lock actuator pada pintu sisi pengemudi saja. Changeover contact bekerja berdasarkan gerakan dari armature rod. Saat armature rod bergerak pada posisi lock maka saklar juga pada posisi lock begitu juga sebaliknya saat armature bergerak pada posisi unlock, saklar juga akan berada pada posisi unlock.
f. Kabel kontak / kabel saklar
Kabel saklar terdiri dari tiga kabel. Satu kabel dihubungkan dengan masa dan dua kabel yang lain dihubungkan dengan door lock control unit.
g. Kabel motor
Kabel motor berfungsi untuk mengalirkan arus menuju ke motor.
2. Door Locking Mechanisme
Door locking mechanisme berfungsi untuk mengoperasikan sistem pengunci secara manual. Sedangkan fungsi door locking mechanisme dalam sistem central lock adalah sebagai aktualisasi dari kerja door lock actuator. Door locking mechanisme terdiri dari inside locking knob, outside handle, lock cylinder, opening control link, locking link door lock dan striker.






Gambar 05. Door lock Mechanism ( pintu depan)





Gambar 06. Door lock Mechanism ( pintu belakang)

Komponen-komponen dari door locking mechanisme adalah sebagai berikut :
a Locking knob
Locking knob berfungsi untuk menekan locking link yang terhubung dengan door lock. Khusus untuk pintu sisi pengemudi, locking knob juga berfungsi sebagai penekan saklar yang akan mengontrol sistem penguncian semua pintu.
b Locking link
Locking link dihubungkan dengan locking knop dan armature rod dari door lock actuator. Locking link berfungsi untuk mengoperasikan door lock (mengunci dan membuka kunci) berdasarkan penekanan pada licking knob dan door lock actuator.
c Locking cylinder
Locking cylinder berfungsi untuk mengoperasikan door lock (mengunci dan membuka kunci) dari luar.
d Door lock
Door lock atau pengunci pintu berfungsi sebagai pengait antara pintu dengan striker dan juga sebagai pengunci dari perkaitan antara pintu dengan striker.
e Door outside handle
Door outside handle berfungsi untuk membuka pintu dari luar dengan membebaskan perkaitan antara door lock dengan striker. Antara door outside handle dan door lock dihubungkan oleh opening control link.
f Door inside handle
Door inside handle mempunyai fungsi yang sama dengan door uotside handle, hanya saja door inside handle dioperasikan dari dalam kendaraan.
g Opening control link
Opening control link berfungsi membebaskan perkaitan antara door lock dengan striker. Komponen ini bekerja berdasarkan kerja dari outside handle dan inside handle.
h Striker
Striker menempel pada bodi kendaraan. Striker dikait oleh door lock agar pintu bisa terkait atau terkunci.
i Kunci pengaman anak-anak
Kunci pengaman anak-anak ini didesain agar pada saat kunci diposisikan lock maka pintu tidak bisa dibuka dari dalam. Cara kerja sistem ini adalah dengan mematikan fungsi dari inside handle sehingga yang bekerja hanya out side handle. Kunci pengaman anak-anak hanya terdapat pada pintu bagian belakang saja.

3. Door Lock Control Unit
Seluruh arus yang menggerakkan door lock actuator disuplai oleh baterai akan tetapi dibawah kontrol dari door lock control unit. Door lock control unit sering juga disebut door lock control relay. Tapi kenyataannya komponen ini lebih dari sekedar relay karena di dalamnya dilengkapi dengan dua buah relay yang dikontrol oleh beberapa sirkuit elektronik. Masing-masing relay dikendalikan oleh transistor. Sedangkan yang menghidupkan transistor itu sendiri adalah one-shot atau Monostable Multivibrator.







Gambar 07. Wirring Diagram Door lock Control Unit
Komponen-komponen dari door lock control unit adalah sebagai berikut:
1) Relay
Relay adalah suatu switch elektrik atau saklar yang membuka dan menutupnya dioperasikan oleh suatu magnet listrik. Tipe relay berdasarkan konstruksi saklarnya adalah sebgai berikut:
a) SPST (Single Pole Single Throw)
Relay tipe ini mempunyai dua terminal dengan saklar yang dapat diposisikan pada posisi on atau off.


Gambar 08. Konstruksi Relay SPST
b) SPDT (Single Pole Double Throw)
Relay tipe ini mempunyai tiga terminal yang letaknya sebaris. Satu dari ketiga terminal yang merupakan sebagai switch terletak di begian tengah dari barisan. Bergeraknya terminal C ke arah terminal A atau ke arah terminal C akan menentukan apakah posisi relay pada posisi on atau off.


Gambar 09. Konstruksi Relay DPST
c) DPST (Double Pole Single Throw)
Relay tipe ini mempunyai dua pasang terminal. Tipe ini setara dengan dua buah switch pada relay tipe SPST yang digerakkan oleh satu koil.

Gambar 10. Konstruksi Relay SPDT
d) DPDT (Double Pole Double Throw)
Relay tipe ini mempunyai dua baris changeover terminal. Tipe ini sepadan dengan dua buah switch pada relay tipe SPDT yang digerakkan oleh satu koil.


Gambar 11. Konstruksi Relay DPT
Pada door lock control unit dua buah relay tipe SPDT (Single Pole Double Throw). Relay berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus yang menuju ke door lock actuator. Kerja relay ditentukan oleh transistor.
2) Transistor
Transistor adalah suatu alat semi-konduktor yang dapat digunakan sebagai amplifikasi, switch, stabilisator tegangan dan juga sebagai modulasi isyarat (signal).
Dilihat dari segi polaritas transistor dibagi menjadi tipe NPN, PNP, N channel dan P channel.

PNP
P-channel

NPN
N-channel
BJT JFET






Gambar 12. Jenis-jenis transistor
Pada door lock control unit menggunakan dua buah transistor tipe NPN. Tipe NPN adalah salah satu dari dua tipe transistor yang menggunakan dua kutub. Huruf ”N” dan ”P” mengacu pada pembawa muatan mayoritas. Kebanyakan dari transistor yang digunakan saat ini adalah tipe NPN karena tipe ini adalah yang paling murah dan mudah pembuatannya.
3) One-shot (multivibrator)
One-shot (multivibrator) adalah suatu sirkuit elektronik yang digunakan untuk sistem two-state sederhana seperti pengatur waktu, osilator dan pengatur on dan off suatu sistem.

Tipe multivibrator ada tiga macam, diantaranya :
a) Tipe astable
Tipe ini adalah suatu multivibrator dimana sirkuitnya tidak stabil pada keadaan manapun. Pada tipe ini sirkuit bergerak dari keadaan yang satu ke keadaan yang lainnya. Nama lain untuk tipe ini adalah osilator relaksasi.




Gambar 13. Rangkaian Astable Multivibrator
b) Tipe monostable
Tipe ini adalah suatu tipe multivibrator dimana salah satu keadaannya adalah stabil sedangkan keadaan yang lainnya tidak stabil. Sirkuit akan menghempaskan kedalam kedaan yang tidak stabil untuk suatu periode yang ditentukan, tetapi akan secepatnya kembali ke keadaan yang stabil.








Gambar 14. Rangkaian Monostable Multivibrator
c) Tipe Bistable
Tipe ini adalah suatu tipe multivibrator dimana sirkuit bebas berada di keadaan manapun. Sirkuit bergerak dari satu keadaan ke keadaan yang lain karena pengaruh dari external event atau dari pemicu.





Gambar 15. Rangkaian Bistable Multivibrator
Pada door lock control unit menggunakan one-shote atau multivibrator tipe monostabel. Multivibrator di sini berfungsi untuk menghidupkan transistor.
4) Terminal
Pada door lock control unit terdapat 6 terminal. Terminal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Terminal 1 dihubungkan dengan positif baterai.
b) Terminal 2 dihubungkan dengan negative baterai.
c) Terminal 3 dan terminal 4 dihubungkan ke motor.
d) Terminal 5 dan terminal 6 dihubungkan ke saklar.
4. Baterai
Pada sistem central lock baterai berfungsi sebagai penyuplai utama semua arus yang dialirkan ke sisitem ini.
5. Fuse atau Sekring
Fuse merupakan komponen pelindung sirkuit, berfungsi untuk mencegah rusaknya komponen-komponen kelistrikan akibat arus yang berlebih karena terjadi hubungan singkat atau konsleting.
Fuse dapat dikelompokkan dalam dua tipe yaitu tipe blade dan tipe cartidge (tabung).



Gambar 16. Fuse tipe blade Gambar 17. Fuse tipe cartidge

Fuse tipe blade mempunyai identifikasi sebagai berikut :
Tabel 01. Macam-macam Fuse tipe blade
Kapasitas Warna
5 A Coklat kekuningan
7.5 A Coklat
10 A Merah
15 A Biru
20 A Kuning
25 A Tidak berwarna
30 A Hijau







6. Connector / Soket
Connector / soket digunakan untuk manghubungkan kelistrikan antara dua jaringan kabel atau antara sebuah jaringan kabel dan sebuah komponen. Connector diklasifikasikan dalam connector laki-laki dan perempuan karena bentuknya berbeda.




Gambar 15. Connector
(Fundamental of Electricity Step 2: 15)
7. Remote control locking system
Sistem ini merupakan perangkat tambahan yang difungsikan untuk dapat membuka dan mengunci hanya dengan menekan tombol pada remote control saja. Pada dasarnya sistem ini tidak hanya mencakup membuka dan mengunci pintu saja tetapi mencakup semua sistem keamanan. Pada sistem ini terbagi menjadi dua bagian yaitu remote control dan main unit. Pada remote control terdapat transmitter untuk mengirimkan perintah dalam bentuk gelombang radio yang frequensinya berkisar antara 300 – 350 MHz. Pada main unit terdapat receiver yang berfungsi untuk menangkap gelombang (perintah) dari transmitter pada remote control. Perintah yang dikirimkan ditentukan oleh penekanan tombol pada remote control (lock dan unlock). Pada hakekatnya main unit mempunyai fungsi yang sama dengan saklar (changeover contak) hanya saja sistem ini dapat dikendalikan dari jarak jauh (Andri, 2006:6-18).






VIII. Cara Kerja Sistem Central Lock Isuzu Panther Tipe Hi-Grade
A. Sistem Central Lock Saat Unlock

Gambar 15. Wiring Sistem Central Lock Saat Unlock
(Electrical-body And Chassis Section 8: 146)
Cara Kerja :
Door lock switch pada posisi unlock sehingga timer mendapat massa, aliran arusnya adalah:
Baterai fusible link fuse door lock terminal 2 door lock controller timer terminal 7 door lock controller terminal 3 door lock switch plat kontak door lock switch terrminal 2 door lock switch massa
• Kumparan relay unlock menjadi magnet menarik plat kontak unlock pada door lock controller ke atas menghubungkan terminal 2 dengan terminal 1.
• Plat kontak lock pada door lock controller pada posisi ke bawah menghubungkan terminal 3 dengan terminal 4.
Plat kontak door lock actuator berada pada posisi di kiri, aliran arusnya adalah:
Baterai fusible link fuse door lock terminal 2 door lock controller plat kontak unlock terminal 1 door lock controller
terminal 2 door lock actuator resistor motor
dioda unlock plat kontak door lock actuator terminal 1 door lock actuator terminal 3 door lock controller plat kontak lock terminal 4 door lock controller massa
• Door lock pada posisi unlock, pada saat yang sama plat kontak door lock actuator bergerak ke kanan sehingga motor door lock mati.
B. Sistem Central Lock Pada Saat Lock

Gambar 15. Wiring Sistem Central Lock Saat Lock
(Electrical-body And Chassis Section 8: 146)
Cara Kerja :
Door lock switch pada posisi lock sehingga timer tidak mendapat massa, aliran arusnya yaitu:
Baterai fusible link fuse door lock terminal 2 door lock controller timer terminal 7 door lock controller terminal 3 door lock switch
• Kumparan relay lock menjadi magnet menarik plat kontak lock pada door lock controller ke atas menghubungkan terminal 2 dengan terminal 3.
• Plat kontak unlock pada door lock controller pada posisi ke bawah menghubungkan terminal 1 dengan terminal 4.
Plat kontak door lock actuator berada pada posisi di kanan. Aliran arusnya yaitu:
Baterai fusible link fuse door lock terminal 2 door lock controller plat kontak lock terminal 3 door lock controller
terminal 1 door lock actuator dioda lock plat kontak door lock actuator motor terminal 2 door lock actuator terminal 1 door lock controller plat kontak unlock terminal 4 door lock controller massa
• Door lock pada posisi lock, pada saat yang sama plat kontak door lock actuator bergerak ke kiri sehingga motor door lock mati.
IX. Troubleshooting Sistem Central Lock Isuzu PantherTipe Hi-Grade
Trouble shooting adalah gangguan maupun kerusakan yang terjadi pada sistem kendaraan sekaligus juga cara perbaikannya. Cara yang paling mudah untuk menemukan trouble ialah dengan melihat dan pengetesan langsung pada komponennya. Gangguan yang dapat terjadi pada sistem central lock adalah sebagai berikut :
A. Semua pintu tidak bisa lock dan unlock
Checkpoint Penyebab Kerusakan Cara Mengatasi

OK

OK


OK

OK

B. Semua pintu tidak dapat di-lock atau di-unlock
Checkpoint Penyebab Kerusakan Cara Mengatasi





C. Pintu sisi sopir tidak dapat di-lock atau di-unlock
Checkpoint Penyebab Kerusakan Cara Mengatasi


D. FRT pintu sisi penumpang tidak dapat di-lock atau di-unlock
Checkpoint Penyebab Kerusakan Cara Mengatasi




E. RR door-RH tidak dapat di-lock atau di-unlock
Checkpoint Penyebab Kerusakan Cara Mengatasi


F. RR door-LH tidak dapat di-lock atau di-unlock
Checkpoint Penyebab Kerusakan Cara Mengatasi


G. Pintu belakang tdak dapat di-lock atau di-unlock
Checkpoint Penyebab Kerusakan Cara Mengatasi


H. Sistem central lock tidak bekerja ketika dioperasikan dari sisi pengemudi
Checkpoint Penyebab Kerusakan Cara Mengatasi

OK

X. DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1994. Fundamental of Electricity Step 2. Jakarta: PT. Toyota-Astra Motor.
Anonim. 2007. Electrical-body And Chassis Section 8. Tokyo: Isuzu Motors Limited.
Prasetyo, Andri. 2006. Sistem Central Lock Pada Suzuki Baleno. Tugas Akhir. Semarang: UNNES.











HALAMAN PENGESAHAN



Semarang, April 2010
Mengetahui/Menyetujui, Penyusun,
Pembimbing,



Wahyudi, S.Pd. M.Eng Zuntarno Huda
NIP. 198003192005011001 NIM. 5250307003




Mengetahui,
Ketua Program Studi,



Widi Widayat, S.T. M.T
NIP. 197408152000031001








PROPOSAL
TUGAS AKHIR
Proposal ini disusun untuk menyelesaikan penulisan laporan Tugas Akhir dengan judul
KONSTRUKSI, CARA KERJA DAN TROUBLESHOOTING SISTEM CENTRAL LOCK ISUZU PANTHER TIPE HI-GRADE


Disusun oleh :
Nama : Zuntarno Huda
Nim : 5250307003
Prodi : Teknik Mesin D3 Otomotif



FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

VIDEO TERBARU :

Postingan Populer

ngolak-ngalik data

Pengikut